Kamis, 26 Agustus 2010

saya

saya adalah saya
seorang manusia biasa dengan kehidupan yang luar biasa.
kehidupan saya nyaris sempurna.
saya percaya Tuhan.
dan saya yakin Dia menjanjikan surga kepada saya.

saya adalah saya.
saya senang bisa menikmati bangku kuliah
disaat teman-teman saya banyak yang putus sekolah
mendapat gaji yang hanya bisa untuk mengisi perutnya.
menikah disaat hatinya masih masih ingin mendapat mimpi.
gali tutup lobang hanya untuk sebuah sesi pernikahan,
dan pencangkokan rumah tangga akibat nikah muda. 



saya memang mendapat IP yang pas-passan.
tetapi jika anda mempertanyakan otak saya tidak kalah dengan mereka.
saya menyukai hal-hal baru
tidak harus menarik, hanya harus berbeda.

saya suka duduk sendirian di antara pohon
menatapi air yang sedang mengalir
mendengar suara-suara pohon dalam kesunyaian.

saya punya banyak teman baik.
beberapa menjadi musuh.
beberapa bertahan dan menjadi sahabat.
hanya beberapa yang menjadi sejati dan berubah menjadi saudara...

mereka adalah orang-orang yang mengerti saya
yang bertanya dalam diam saya.
mendengarkan semua kebodohan saya.
dan selalu mendukung disaat bahkan mereka tidak mengerti.


saya adalah saya.
manusia muda biasa.
dengan kehidupan yang luar biasa.
dan tuhan di sisi kanan saya.


saya adalah saya
yang tumbuh menjadi manusia muda yang kuat dan memiliki tekad.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tuhan selalu mendengar kata-kata saya
mungkin tidak dengan cara yang biasa.
tapi saya selalu mengerti Dia selalu ada buat saya.

saya bersyukur dengan cara-cara yang istimewa
saya bersyukur atas hal-hal ajaib yang dia siapkan untuk saya.

saya adalah saya
seorang manusia biasa dengan kehidupan yang luar biasa.
kehidupan saya nyaris sempurna.
saya percaya Tuhan.
dan Dia selalu berada di sisi kanan saya.

apa lagi yang bisa saya inginkan...??

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

hanya sedikit ingin menyombongkan diri...

saya hanya ingin memotivasi diri saya sendiri...

                                                                                                             thanks to Nia

Rabu, 25 Agustus 2010

aku hanya disini memandangi layar.
mengingat kalau kemarin pernah ada aku.
tertawa bersama beberapa orang yang aku tidak kenal.
kemana mereka.
orang-orang yang pernah aku kenal.
huh...
mereka sudah pergi....
dan aku masi disini...
tetap memandangi layar.
menunggu orang-orang yang tidak aku kenal
untuk tertawa lagi.

hanya garis yang terukir.

aku selalu memulai sesuatu dari sebuah titik yang aku goreskan menjadi sebuah garis yang membentuk sebuah huruf yang terukir menjadi kata lalu kalimat hingga paragraf...

entah sudah berapa panjang goresan-goresan itu menggariskan hidupku dan aku masih ingat ketika pertamakali   kata-kata cinta, tangis, tawa, gembira,bahagia dan ketakutan mengisi garisku.aku masih ingat ketika pertama kali kata takut selalu mengiringi cintaku, tangisku, tawaku, kegembiraanku bahkan sampai kebahagaiaanku.

aku selalu bertanya-tanya apa itu hidup...? 
kenapa mereka harus disini...?
untuk apa aku melalukan ini...?
kenapa tidak Dia beri beri saja tanda titik pada garisku...?
atau haruskah aku memberinya sendiri...?

lelah... aku lelah akan semua yang ada di sini. lelah menunggu semua kebahagiaan yang mereka katakan kepadaku.
apa itu ada...?
sedangkan mereka selalu membohongi dirimereka sendiri untuk mendapat kata itu...
apa itu penting...?
sedangkan mereka hanya meemperdulikan dirinyasendiri untuk mendapatkan kata itu...
apa aku harus tetap percaya...??

aku lelah...
lelah melihat matahari yang datang, pergi dan datang lagi ke tempat itu-itu juga....
aku butuh sesuatu yang baru.

aku pernah melihat surgaku saat aku bereda sendiri ditengah rerumputan dengan burung-burung yang sedang mencari makan. dan sekarang yang aku lihat hanya gedung2 tempat mereka meletakan kebahagiaannya.

aku selalu bahagia ditengah rumput....
apa mereka benar-benar bahagia berada disana, dengan teknologi paling baru digemgamannya, dengan asap-asap yang keluar dari benda yang mereka banggakan...?

dunia selalu munafik dengan jeritan-jeritan tentang kebebasan. tentang bumiku yang sudah semakin sulit untuk menegakan kakinya sendiri...

apa mereka akan tetap meneriakan itu juga jika mereka berada di dalam gedung-gedung itu...?

sejarah dunia selalu dimulai dari mimpi diakhiri oleh kemunafikan, mereka orang-orang yang punya mimpi selalu dikendalikan oleh orang-orang yang berada di sebuah tempat tinggi yang selalu memperhatikan dan tertawa akan kebodohan mereka.
mereka tidak pernah benar-benar tahu apa yang mereka perjuangkan... mereka tidak tahu kalau sebenarnya mereka dikendalikan oleh ekonomi yang mengatasnamakan Tuhan.
apa mereka benar berjuang untuk Tuhan mereka...?

huh...
aku lelah...
aku lelah berharap dunia menjadi adil...
aku lelah berbicara keadilan saat dunia tidak akan pernah menjadi...
huh....
aku lelah...
lelah menunggu sebuah titik menghentikan garisku....