aku selalu memulai sesuatu dari sebuah titik yang aku goreskan menjadi sebuah garis yang membentuk sebuah huruf yang terukir menjadi kata lalu kalimat hingga paragraf...
entah sudah berapa panjang goresan-goresan itu menggariskan hidupku dan aku masih ingat ketika pertamakali kata-kata cinta, tangis, tawa, gembira,bahagia dan ketakutan mengisi garisku.aku masih ingat ketika pertama kali kata takut selalu mengiringi cintaku, tangisku, tawaku, kegembiraanku bahkan sampai kebahagaiaanku.
aku selalu bertanya-tanya apa itu hidup...?
kenapa mereka harus disini...?
untuk apa aku melalukan ini...?
kenapa tidak Dia beri beri saja tanda titik pada garisku...?
atau haruskah aku memberinya sendiri...?
lelah... aku lelah akan semua yang ada di sini. lelah menunggu semua kebahagiaan yang mereka katakan kepadaku.
apa itu ada...?
sedangkan mereka selalu membohongi dirimereka sendiri untuk mendapat kata itu...
apa itu penting...?
sedangkan mereka hanya meemperdulikan dirinyasendiri untuk mendapatkan kata itu...
apa aku harus tetap percaya...??
aku lelah...
lelah melihat matahari yang datang, pergi dan datang lagi ke tempat itu-itu juga....
aku butuh sesuatu yang baru.
aku pernah melihat surgaku saat aku bereda sendiri ditengah rerumputan dengan burung-burung yang sedang mencari makan. dan sekarang yang aku lihat hanya gedung2 tempat mereka meletakan kebahagiaannya.
aku selalu bahagia ditengah rumput....
apa mereka benar-benar bahagia berada disana, dengan teknologi paling baru digemgamannya, dengan asap-asap yang keluar dari benda yang mereka banggakan...?
dunia selalu munafik dengan jeritan-jeritan tentang kebebasan. tentang bumiku yang sudah semakin sulit untuk menegakan kakinya sendiri...
apa mereka akan tetap meneriakan itu juga jika mereka berada di dalam gedung-gedung itu...?
sejarah dunia selalu dimulai dari mimpi diakhiri oleh kemunafikan, mereka orang-orang yang punya mimpi selalu dikendalikan oleh orang-orang yang berada di sebuah tempat tinggi yang selalu memperhatikan dan tertawa akan kebodohan mereka.
mereka tidak pernah benar-benar tahu apa yang mereka perjuangkan... mereka tidak tahu kalau sebenarnya mereka dikendalikan oleh ekonomi yang mengatasnamakan Tuhan.
apa mereka benar berjuang untuk Tuhan mereka...?
huh...
aku lelah...
aku lelah berharap dunia menjadi adil...
aku lelah berbicara keadilan saat dunia tidak akan pernah menjadi...
huh....
aku lelah...
lelah menunggu sebuah titik menghentikan garisku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar